Hati ini pilu tanpa kata,
mata menjadi saksi kejernihan air yang mengalir,
Mulut menuturkan kata pembohongan
untuk menutup lara di hati,
kuatkah aku untuk menjadi seteguh gunung,
mampukah aku menyembunyikan gelodak hati yang berkocak
ibarat lautan yang terhampar,
ku membawa langkah kakiku tanpa tujuan
untuk menguburkan segala keresahan....
No comments:
Post a Comment